Dosen Program
Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka Jakarta Elin Driana
meragukan kredibilitas penyusunan soal ujian nasional (UN). Dia menilai,
seharusnya tim verifikasi menganalisis ulang naskah sebelum diujikan
pada siswa.
"Tahun ini, parah banget kualitas soal dan kualitas pertanyaannya," kata Elin saat dihubungi Kompas.com, Rabu (7/5/2014).
Elin
mengatakan, proses penulisan naskah harus melalui beberapa tahapan.
Awalnya, guru-guru memasukkan soal ke dalam bank soal. Selanjutnya, tim
Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan memilih soal-soal tersebut.
Setelah itu, tim
Puspendik menganalisis naskah-naskah soal tersebut bersama para guru dan
ahli dari perguruan tinggi. Setelah dianalisis, soal-soal itu kemudian
dimasukkan dalam program komputer untuk kemudian dilanjutkan dengan
membuat kunci jawaban.
Elin juga menyoroti kualitas pada tahap
penyusunan naskah UN. Dia mempertanyakan sebab-sebab soal UN bisa
bermasalah pada tingkat struktur dan logika bahasa. Dia juga
mengingatkan bahwa soal UN harus bersifat nasional dan tidak
menguntungkan atau merugikan pihak-pihak tertentu.
"Sebagai contoh, soal Jokowi. Memang anak-anak di daerah tahu istilah blusukan. Memang iya, di media sudah banyak. Akan tetapi, bagaimana dengan yang di daerah atau pelosok yang tidak mengerti," kata Elin.
Selain
itu, naskah soal UN juga tidak boleh bias atau ambigu. Adapun jawaban
pengalihan boleh digunakan, tetapi tidak serta-merta membuat soal
memiliki dua jawaban.
Kesetaraan paket soal juga menjadi
permasalahan. Dalam 20 paket soal yang diujikan pada siswa, meskipun
berbeda, tingkat kesulitannya harus setara.
"Kalau wacana sastra, yang lain sastra. Ada wacana teknologi, yang lain teknologi. Itu baru setara," tekan Elin.
Selama
ini, menurut dia, masyarakat terfokus pada kecurangan dan jual beli
kunci jawaban. Masyarakat kurang menyoroti kualitas soal tersebut.
Adapun terkait soal PISA yang muncul di naskah UN SMP, Elin juga
mengkritik kinerja tim verifikasi yang memasukkan soal tersebut.
"Kita enak saja main ambil. Apa betul boleh. Ini sifatnya nasional lho. Gawat banget, di mata internasional," ungkapnya.
sumber : www.kompas.com
Laman
My Playlist
Mengenai Saya
Pengikut
Calender
Clock
Entri Populer
Blog Archive
Blogroll
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "


No Response to "Diragukan... Naskah UN Dianalisis Tim Verifikasi Kemdikbud! "
Posting Komentar