Postingan
kali ini aku buat karena teman-teman aku sering tanya gimana caranya supaya memunculkan
link seperti dibawah ini.
Di Bumi ini terdapat beberapa tempat yang keistimewaan alamnya begitu aneh
sehingga tidak bisa di percaya. Keanehan yang di maksud di sini berarti sangat
tidak biasa sehingga dianggap tidak mungkin dan oleh karenanya menyerupai
khayalan. Walaupun demikian, kebenaran memang lebih aneh dibanding khayalan dan
fakta ini di buktikan di ujung Utara pulau Madagaskar, di lepas pantai Afrika,
di sebuah tempat yang di sebut Tsingy,
di Plato Ankarana.
Salah satu tugas guru
dalam melakukan aktivitas belajar mengajar adalah melakukan evaluasi hasil belajar.
Aktivitas ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pencapaian
tujuan pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya.
Strategi evaluasi harus sesuai
untuk penggunaan yang dilakukan terhadapnya (McMillan, 2004; O’Connor, 2007;
Trice, 2000). Untuk memahami bagaimana penilaian dapat digunakan paling efektif
dalam pengajaran di ruang kelas, penting diketahui perbedaan antara evaluasi
formatif dan sumatif dan antara penafsiran acuan-norma dan acuan-kriteria.
1.
Satuan
Pendidikan : SD Negri .......
2.
Kelas
/ Semester : 1/1
3.
Tema
/ Subtema : 1. Diriku/ 1. Aku dan Teman Baru
4.
Pembelajaran
ke : 3.
5.
Alokasi
Waktu : 07.00 – 10.30
A.
Kompetensi
Inti
1.
K
I - 1 :
Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. K I - 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, santun, peduli dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga,
teman dan guru.
3. K I - 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara
mengamati, (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin
tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
4. K I - 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa
yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan
anak sehat dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan
berakhlak mulia.
1. Definisi Belajar
“Belajar
adalah proses perubahan pengetahuan atau perilaku sebagai hasil dari
pengalaman. Pengalaman ini terjadi melalui interaksi antara individu dengan
lingkungan” (Anita E. Wool Folk. 1995; 196). Sedangkan menurut Garry dan
Kingsley (1970; 15), “belajar adalah proses tingkah laku (dalam arti luas)
ditimbulkan atau diubah melalui praktek dan latihan.”
Dari
definisi di atas nampak bahwa belajar merupakan perubahan perilaku yang bukan
hasil belajar itu adalah :
a. Kecenderungan perilaku instinktif.
Perilaku
instinktif adalah pola respon yang dibawa sejak lahir dan sudah dimiliki
individu secara relatif sempurna.
Kematangan
dapat diartikan sebagai kesiapan organ fisik maupun psikis untuk menjalankan
fungsi sebagaimana mestinya, kematangan merupakan proses perkembangan yang
datang dari dalam diri individu dan bukan karena pengaruh latihan atau intervensi.
MAUNA KEA
Di pulau di mana pemandangan spektakuler nyaris menjadi suatu pemandangan
biasa, ada sebuah pemandangan yang tidak biasa. Gunung tertinggi di bumi dalam
hal ketinggiannya di atas permukaan laut adalah Mount Everest, di Himalaya.
Gunung tertinggi di Bumi dalam hal jaraknya dari pusat Bumi adalah Chimborazo di
Andes. Gunung tertinggi di Bumi dalam hal ketinggian dari dasarnya adalah Mauna
Kea, di pulau Hawaii.
Anak-anak yang memasuki kelas
satu berada dalam periode transisi dari pertumbuhan pesat masa anak-anak awal
ke tahap perkembangan yang lebih bertahap. Perubahan perkembangan mental maupun
sosial menjadi ciri khas masa sekolah awal. Beberapa tahun kemudian, ketika
anak-anak mencapai kelas-kelas sekolah dasar yang lebih tinggi, mereka
mendekati akhir masa anak-anak dan memasuki masa praremaja. Keberhasilan
anak-anak di sekolah sangat berperan penting selama masa sekolah awal, karena
pada kelas-kelas sekolah dasarlah mereka terutama mendefinisikan diri sebagai
siswa. (Carnegie Corporation of New York, 1996).
Hukuman,
sesuatu yang tak lepas dari kehidupan. Jika kita melakukan kesalahan atau melanggar
tata tertib, nilai dan norma yang ada.
Sebagai orang tua/guru kadang kala mereka memberikan hukuman (biasanya
hukuman fisik) yang tanpa sadar dapat membuat anak menjadi trauma bahkan dapat
membunuh karakter si anak.
Di jaman
sekarang, hukuman fisik tidaklah sesuai lagi. Bukan berarti hukuman tidak dapat
digunakan kepada anak. Akan tetapi hukuman fisik tersebut dapat diganti dengan
hukuman edukatif. Berikut ini beberapa hukuman edukatif untuk anak SD :
Dosen Program
Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka Jakarta Elin Driana
meragukan kredibilitas penyusunan soal ujian nasional (UN). Dia menilai,
seharusnya tim verifikasi menganalisis ulang naskah sebelum diujikan
pada siswa.
"Tahun ini, parah banget kualitas soal dan kualitas pertanyaannya," kata Elin saat dihubungi Kompas.com, Rabu (7/5/2014).
Jika kalian berjalan-jalan ditengah hutan, pasti kalian akan membayangkan dikelilingi
oleh pohon-pohon. Tapi jika pohon-pohon tersebut berubah menjadi sekelompok
pilar-pilar batu yang tinggi, apa yang akan kalian pikirkan ? Nah, pilar-pilar
batu ini disebut Ritten (Jerman), Renon (Italia) atau Demoiselles Coiffees (Perancis).