Sabtu, 28 Juni 2014 Tags: 0 komentar

BIMBINGAN BELAJAR DI SEKOLAH DASAR



  1. Definisi Belajar
“Belajar adalah proses perubahan pengetahuan atau perilaku sebagai hasil dari pengalaman. Pengalaman ini terjadi melalui interaksi antara individu dengan lingkungan” (Anita E. Wool Folk. 1995; 196). Sedangkan menurut Garry dan Kingsley (1970; 15), “belajar adalah proses tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek dan latihan.”
Dari definisi di atas nampak bahwa belajar merupakan perubahan perilaku yang bukan hasil belajar itu adalah :
a.    Kecenderungan perilaku instinktif.
Perilaku instinktif adalah pola respon yang dibawa sejak lahir dan sudah dimiliki individu secara relatif sempurna.

b.    Kematangan.
Kematangan dapat diartikan sebagai kesiapan organ fisik maupun psikis untuk menjalankan fungsi sebagaimana mestinya, kematangan merupakan proses perkembangan yang datang dari dalam diri individu dan bukan karena pengaruh latihan atau intervensi.


c.    Perilaku keadaan sementara.
Perubahan perilaku yang sifatnya sementara seperti keletihan atau kekuatan karena pengaruh obat-obat tertentu bukanlah hasil belajar. Pengulangan kegiatan secara terus-menerus seringkali ditandai oleh rendahnya efisiensi kegiatan sebagai petunjuk terjadinya keletihan. Keletihan merupakan kondisi yang dapat memperlemah keterampilan.
  
2. Bimbingan Belajar
Pengertian bimbingan belajar adalah proses bantuan yang diberikan kepada individu (murid) agar dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya dalam belajar sehingga setelah melalui proses perubahan belajar mereka dapat mencapai hasil belajar yang optimal sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat yang dimilikinya.
Bimbingan belajar di SD bertujuan sebagai berikut :
a.    Pengembangan sikap dan kebiasaan yang baik,
b.    Menumbuhkan disiplin belajar dan terlatih, baik secara mandiri maupun berkelompok,
c.    Mengembangkan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial dan budaya di lingkungan sekolah atau alam sekitar untuk  pengembangan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan pribadi.

Untuk melihat criteria keberhasilan belajar murid, guru seharusnya mampu melaksanakan evaluasi berdasarkan orientasi dalam segi :
a.    Tujuan, yang sesuai dengan rumusan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK).
b.    Kapasitas, (tingakat kecerdasan dan bakat) siswa sendiri untuk belajar dalam bidang studi tertentu.
c.    Berdasarkan waktu yang ditetapkan untuk menyelesaikan sesuatu program belajar.
d.    Dengan menggunakan norm referenced (PAN) dimana prestasi seorang siswa dibandingkan dengan prestasi siswa lainnya (baik temannya sekelompok di tempat yang sama maupundi tempat lain).

3. Jenis - Jenis Masalah Belajar
Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan menghambat kelancaran proses belajarnya. Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan yang dimilikinya dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak -menguntungkan bagi dirinya. Masalah-masalah belajar ini tidak hanya dialami oleh murid-murid yang lambat saja dalam belajarnya, tetapi juga dapat murid-murid yang pandai atau cerdas.
Jenis-jenis masalah belajar di Sekolah Dasar dapat dikelompokkan kepada murid-murid yang mengalami:
a.   Keterlambatan akademik.
b.  Ketercepatan dalam belajar.
c.   Sangat lambat dalam belajar.
d.  Kurang motivasi dalam belajar.
e.  Bersikap dan kebiasaan buruk dalam belajar.
f.   Sering tidak sekolah.

4. Mengidentifikasi Murid yang Diperkirakan Mengalami Masalah Belajar
Murid yang mengalami masalah belajar, dapat diidentifikasi melalui :
a.    Tes hasil belajar, adalah alat yang disusun untuk mengetahui sejauh mana murid telah memahami materi.
b.    Tes kemampuan dasar.
c.    Skala sikap dan kebiasaan belajar,

5. Faktor - Faktor Penyebab Terjadinya Masalah Belajar Murid Sekolah Dasar
Pada dasarnya setiap masalah pasti terdapat faktor - faktor penyebabnya. Setelah seorang guru mengetahui siapa murid yang bermasalah dalam belajar serta jenis jenis masalah apa yang dihadapinya, guru dapat mencari sebab - sebab terjadinya masalah yang dialami murid dalam belajar.
Tidak mudah menentukan sebab-sebab terjadi masalah belajar, karena masalah belajar cenderung sangat kompleks. Bersifat kompleks karena masalah belajar mengandung pengertian, bahwa :
Pertama, masalah belajar dapat timbul oleh berbagai sebab yang berlainan. Suatu masalah belajar yang sama dialami oleh dua atau lebih belum tentu disebabkan oleh faktor yang sama.
Kedua, dari sebab yang sama dapat timbul masalah yang berlainan. Seringkali suatu kondisi yang sama dimiliki dapat  menimbulkan masalah-masalah yang berlainan pada masing-masing individu .
Ketiga, sebab-sebab masalah belajar dapat saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain. Kadang-kadang masalah belajar yang di hadapi oleh seorang murid tidak timbul dari satu sebab saja, melainkan dapat timbul dari berbagai sebab yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya.
Pada garis besarnya sebab - sebab timbulnya masalah belajar pada murid dapat dikelompokkan kedalamdua kategori, yaitu :
a.    Faktor - faktor internal, antara lain :
1)    Gangguan secara fisik,
2)   Ketidak seimbangnya mental,
3)   kelemahan emosional,
4)   Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap yang salah

b.    Faktor - faktor eksternal, antara lain :
1)    Sekolah, antara lain :
·         sifat kurikulum yang kurang fleksibel
·         terlalu berat beban belajar ( murid ) dan atau mengajar ( guru )
·         metode mengajar yang kurang memadai
·         kurang alat dan sumber untuk kegiatan belajar

2)   Keluarga ( rumah ), antara lain :
·         keluarga tidak utuh dan atau kurang harmonis
·         sikap orangtua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya
·         keadaan ekonomi

6. Upaya Membantu Murid Dalam Mengatasi Masalah Belajar
Murid yang mengalami masalah belajar perlu mendapatkan bantuan agar masalahnya tidak berlarut - larut yang nantinya dapat mempengaruhi proses perkembangan murid. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah dengan :
a.   Pengajaran Perbaikan
Pengajaran perbaikan merupakan bentuk khusus pengajaran yang bermaksud untuk menyembuhkan, membetulkan atau membuat menjadi baik.

b.   Kegiatan pengayaan
Kegiatan pengayaan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada seorang atau beberapa siswa yang sangat cepat dalam belajar. Layanan ini dapat berupa tugas-tugas tambahan yang terencana untuk menambah atau memperluas pengetahuan dan ketrampilan yang telah dimiliki
c.   Peningkatan motivasi belajar
Prosedur yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar adalah sebagai berikut:
    Memperjelas tujuan-tujuan belajar
    Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang, merangsang dan menyenangkan.
    Memberi hadiah (penguatan) baik.
    Memberikan hukuman (hukuman yang bersifat membimbing, yaitu yang menimbulkan efek peningkatan perilaku kearah yang lebih baik).
    Menciptakan interaksi yang hangat dan dinamis antara guru dengan siswa, dan siswa dengan siswa.
    Menghindari suasana yang mengancam dan menimbulkan tekanan-tekanan seperti suasana yang menakutkan, mengecewakan, membingungkan dan menjengkelkan.
    Melengkapi sumber dan peralatan belajar.   

d.   Peningkatan ketrampilan belajar
Ketrampilan belajar sangat dibutuhkan siswa untuk dapat mencapai hasil belajar yang optimal.  Untuk meningkatkan ketrampilan belajar siswa dapat dilakukan dengan cara memberikan informasi dan pelatihan ketrampilan belajar
e.   Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik
Sikap dan kebiasaan yang baik tidak tumbuh secara kebetulan, melainkan perlu ditumbuhkan melalui bantuan yang terencana, terutama oleh guru-guru dan orang tua siswa. untuk itu siswa hendaknya dibantu dalam hal:
  menemukan motif-motif yang tepat dalam belajar
  memelihara kondisi kesehatan yang baik
  mengatur waktu belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah
  memilih tempat belajar yang baik
  belajar dengan menggunakan berbagai sumber belajar
  membaca dengan cara yang baik
  tak segan-segan bertanya untuk hal-hal yang belum diketahui.

No Response to "BIMBINGAN BELAJAR DI SEKOLAH DASAR"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "