Sabtu, 28 Juni 2014 Tags: 0 komentar

Cara Mengevaluasi Pembelajaran Siswa


Salah satu tugas guru dalam melakukan aktivitas belajar mengajar adalah melakukan evaluasi hasil belajar. Aktivitas ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya.



Strategi evaluasi harus sesuai untuk penggunaan yang dilakukan terhadapnya (McMillan, 2004; O’Connor, 2007; Trice, 2000). Untuk memahami bagaimana penilaian dapat digunakan paling efektif dalam pengajaran di ruang kelas, penting diketahui perbedaan antara evaluasi formatif dan sumatif dan antara penafsiran acuan-norma dan acuan-kriteria.


Evaluasi Formatif dan Sumatif
Evaluasi formatif, dirancang untuk menentukan apakah diperlukan pengajaran tambahan. Evaluasi formatif atau diagnostik diberikan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pembelajaran serta untuk melakukan perbaikan di tengah mata pelajaran tentang kecepatan dan isi pengajaran. Evaluasi formatif bahkan dapat dilakukan ”secara mendadak” selama pengajaran melalui pemeriksaan pembelajaran lisan atau tertulis dan singkat. Evaluasi formatif bermanfaat sejauh hal itu memberikan informasi, terkait erat dengan kurikulum yang sedang diajarkan, tepat waktu dan sering dilaksanakan (McMillan, 2004; Safer & Fleischman, 2005).

Sebaliknya, evaluasi sumatif mengacu ke ujian tentang pengetahuan siswa pada akhir bab-bab pengajaran (seperti ulangan akhir). Evaluasi sumatif mungkin ya atau mungkin saja tidak sering dilakukan, tetapi harus dapat dipercaya dan (pada umumnya) hendaknya memberikan kemungkinan pernamdingan di kalangan siswa. Evaluasi sumatif hendaknya juga erat terkait dengan evaluasi formatif dan tujuan pembelajaran.

Evaluasi Acuan-Norma dan Acuan-Kriteria
Penafsiran untuk memberikan tingkatan nilai terhadap kinerja siswa adalah langkah penting dalam evaluasi. Pernedaan antara acuan-norma dan acuan-kriteria merujuk ke cara nilai siswa ditafsirkan.

Penafsiran acuan-norma terfokus pada perbandingan nilai siswa dengan nilai siswa lain. Misalnya, dalam suatu ruang kelas, biasanya nilai digunakan untuk memberi guru gagasan tentang seberapa baik seorang siswa berkinerja jika dibangingkan dengan teman sekelas.

Penafsiran acuan-kriteria terfokus pada penilaian penugasan siswa atas kemampuan spesifik, tanpa peduli begaimana siswa lain berkinerja dalam bidang kemampuan yang sama. Evaluasi acuan-kinerja paling baik dilakukan jika erat dikatkan dengan tujuan spesifik atau biadang yang ditetapkan dengan baik dalam kurikulum yang sedang diajarkan.

Evaluasi formatif hampir selalu merupakan acuan-kinerja. Sebaliknya, evaluasi sumatif dapat bersifat acuan-kriteria atau acuan norma.





Buku :  “Psikologi Pendidikan : Teori dan Praktik. Edisi Kesembilan, Jilid Dua” karya “Robert E. Slavin”


No Response to "Cara Mengevaluasi Pembelajaran Siswa"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "