Anak-anak yang memasuki kelas
satu berada dalam periode transisi dari pertumbuhan pesat masa anak-anak awal
ke tahap perkembangan yang lebih bertahap. Perubahan perkembangan mental maupun
sosial menjadi ciri khas masa sekolah awal. Beberapa tahun kemudian, ketika
anak-anak mencapai kelas-kelas sekolah dasar yang lebih tinggi, mereka
mendekati akhir masa anak-anak dan memasuki masa praremaja. Keberhasilan
anak-anak di sekolah sangat berperan penting selama masa sekolah awal, karena
pada kelas-kelas sekolah dasarlah mereka terutama mendefinisikan diri sebagai
siswa. (Carnegie Corporation of New York, 1996).
Laman
My Playlist
Mengenai Saya
Pengikut
Calender
Clock
Entri Populer
Blog Archive
-
▼
2014
(17)
-
▼
Juni
(8)
- Mengganti Profil Google Ke Profil Blogger
- PLATO ANKARANA-MADAGASKAR
- Cara Mengevaluasi Pembelajaran Siswa
- CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KUR...
- BIMBINGAN BELAJAR DI SEKOLAH DASAR
- MAUNA KEA dan MAUNA LOA, HAWAII. AMERIKA SERIKAT
- Perkembangan Anak Selama Masa Sekolah Dasar
- Jenis - Jenis Hukuman Edukatif
-
▼
Juni
(8)
Blogroll
Perkembangan Fisik
Ketika anak-anak melewati
kelas-kelas sekolah dasar, perkembangan fisik mereka mengalami perlambatan jika
dibandingkan dengan masa anak-anak awal. Anak-anak berubah relatif sedikit
ukuran tubuhnya selama masa sekolah dasar. Anak perempuan lazimnya sedikit
lebih pendek dan lebih ringan daripada anak laki-laki hingga sekitar 9 tahun,
ketika tinggi dan bobot badan kira-kira sama untuk anak laki-laki dan anak
perempuan. Perkembangan otot dikalahkan perkembangan tulang dan kerangka. Hal
ini dapat menyebabkan rasa sakit yang umumnya dikenal sebagai growing pains
(rasa sakit anak – anak yang sedang mengalami pertumbuhan). Juga, otot yang
sedang tumbuh membutuhkan olahraga (Pellegrini & Bohn, 2005), dan kebutuhan
ini mungkin saja mempunyai andil bagi ketidak mampuan anak sekolah dasar
berdiam diri dalam waktu yang lama.
Perkembangan Kognisi
Perkembanga kognisi adalah
perubahan bertahap dan teratur yang menyebabkan proses mental menjadi semakin
rumit dan canggih. Di usia antara 5 dan 7 tahun, proses pemikiran anak-anak
mengalami perubahan penting (Siegler, 1998). Ini adalah periode peralihan dari
tahap pemikiran praoperasi ke tahap operasi konkret. Perubahan ini memungkinkan
anak-anak melakukan sesuatu secara mental yang sebelumnya dilakukan secara
fisik.
Tidak semua anak mengelami
peralihan ini pada usia yang sama dan tidak satupun anak berubah dari tahap
satu ke tahap berikutnya dengan cepat. Anak-anak sering menggunakan perilaku
kognisi, yang merupakan ciri khas dua tahap perkembangan pada saat yang sama.
Ketika masing-masing melangkah dari satu tahap ke tahap berikutnya,
karakteristis tahap sebelumnya dipertahankan ketika perilaku kognisi tahap yang
lebih tinggi berkembang.
Selain memasuki tahap operasional
konkret, anak-anak usia sekolah dasar dengan pesat mengembanggkan kemampuan
daya ingat dan kognisi, termasuk kemampuan meta-kognisi, yaitu kemampuan
memikirkan pemikiran mereka sendiri dan mempelajari cara belajar.
Perkembangan Sosioemosi
Pada
saat anak-anak memasuki sekolah dasar, merekam telah mengembangkan kemampuan
pemikiran, tindakan dan pengaruh sosial yang lebih rumit. Hingga saat ini,
anak-anak pada dasarnya bersikap egosentris dan dunia mereka adalah dunia
rumah, keluarga dan mungkin prasekolah atau pusat penitipan anak. Masa sekolah
dasar awal biasanya akan dihabiskan untuk melewati tahap keempat Erikson
(1963), kemegahan versus inferioritas. Dengan asumsi bahwa anak telah
mengembangkan kepercayaan selama masa bayi, otonomi selama tahun-tahun pertama
dan inisiatif selama masa prasekolah, pengalaman anak itu di sekolah dasar
dapat memberikan andil bagi rasa kemegahan dan pencapaiannya. Selama tahap ini,
anak-anak mulai mencoba membuktikan bahwa mereka “tumbuh dewasa” ; bahkan, hal
ini sering digambarkan sebagai tahap saya-dapat-melakukan-sendiri. Pekerjaan
menjadi mungkin. Ketika kekuatan konsentrasi anak-anak tumbuh, mereka dapat
menghabiskan lebih banyak waktu untuk tugas-tugas yang mereka pilih dan mereka
sering merasa senang menyelesaikan proyek. Tahap ini juga meliputi pertumbuhan
tindakan mandiri, kerja sama dengan kelompok dan tampil dengan cara yang dapat
diterima secara sosial dengan perhatian pada tindakan yang adil (McHale,
Dariotis & Kauh, 2003).
Buku : “Psikologi Pendidikan : Teori dan Praktik.
Edisi Kesembilan, Jilid Satu” karya “Robert E. Slavin”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "


No Response to "Perkembangan Anak Selama Masa Sekolah Dasar"
Posting Komentar